Aswaja, Sebuah Telaah Singkat

Di sadur dari buku mini berjudul "Aswaja, Sebuah Telaah Singkat" guna menangkal pemahaman yang akhir-akhir ini membuat resah kaum sarungan (santri),, terutama bagi yang telah berlayar menapaki realita kehidupan nyata. kiranya dapat memperjelas apa dan bagaiman pemahaman Ahlussunnah Wal Jama'ah beserta dalil-dalil yang memperkuat statmen tersebut.
Dokumen permintaan dari bang @Zaqiie Falsafahb'darah. Salam hormat kawand....

 AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

a. Pengertian dan sekilas tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah
Secara bahasa Ahli Sunnah artinya penganut sunnah Nabi e. Dan Wal Jama’ah artinya penganut golongan para Shahabat Nabi e.
Secara umum Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah kaum yang mempunyai i’tiqod dan keyakinan yang menganut seluruh ajaran Nabi Muhammad e serta para shahabatnya.
Ajaran Nabi dan para shahabatnya pada dasarnya telah termaktub dalam kitab suci Al Qur-an dan Hadits Nabi. Namun, hal ini masih belum tersusun secara rapi dan teratur. Kemudian, ada 2 (dua) orang ulama besar yang mengumpulkan dan merumuskan i’tiqod-i’tiqod yang sesuai dengan kitab suci Al Qur-an, hadist, ijma’, dan qiyas. Beliau adalah :
a. Syeikh Abu Hasan Ali al-‘Asy’ary. Lahir di Bashrah tahun 260 H. dan wafat di Bashrah tahun 324 H. pada usia 64 tahun.
b.Syeikh Abu Manshur al-Maturidy. Beliau wafat di desa Maturidi, Samarkand, Asia Tengah pada tahun 333 H.
Adapun dalam bidang hukum fiqih, Ahlussunnah menganut 4 (empat) madzhab :
  1. Nu’man bin Tsabit/ Imam Abu Hanifah. Beliau lahir pada tahun 80 H dan wafat 150 H
  2. Malik bin Anas / Imam Malik. Beliau lahir pada tahun 93 H. dan wafat 179 H.
  3. Muhammad bin Idris / Imam Syafi’i. Beliau lahir pada tahun 150 H. dan wafat 204 H.
  4. Ahmad bin Hanbal / Imam Hanbali. Beliau lahir pada tahun 164 H. dan wafat 241 H.
Adapun dalam bidang tashawwuf, Ahlus Sunnah menganut:
  1. Syeikh Abu Yazid Al-Busthomi;
  2. Syeikh Abdul Kholiq Al-Ghujdawani;
  3. Sayyid Muhammad Baha’uddin Al-Naqsyabandi;
  4. Syeikh Ahmad Al-Faruq Al-Sarahandi;
  5. Syeikh Al-Junaid Al-Baghdadi;
  6. Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali;
  7. Ma’ruf Al-Karkhi;
  8. Sayyid Abdul Qodir Al-Jailani.

Semua I’tiqod Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah bersumber dari ajaran Nabi e, para shahabat dari para ulama salafus sholeh.
Dalam agama Islam banyak sekali terdapat golongan dan faham-faham Aqidah. Dan hal ini sebagaimana disabdakan Nabi :
فإنه من يعش منكم من بعدي فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ.رواه أبو داود
Artinya : “Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) di anatara kamu, pasti akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu berpegang teguhlah pada Sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan hidayah. Pegang teguhlah hal itu dan gigitlah dengan gerahangmu.” (H.R. Abu Daud)
والذي نفس محمد بيده لتفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة فواحدة فى الجنة وثنتان وسبعون فى النلر قيل : من هم يا رسول الله ؟ قال : هم أهل السنة والجماعة . رواه الطبراني
Artinya : “ Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan bercerai-berai umatku sebanyak 73 Golongan. Yang satu masuk sorga dan yang 72 golongan masuk neraka”. Bertanya para Shahabat : “ Siapakah golongan yang masuk surga itu, wahai Rasululloh ?”. Nabi Menjawab : “Mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. (H. R. Imam Thobroni)

Kesimpulannya, bahwa faham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah faham yang selaras dan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad e dan para Sahabatnya.

b. I’tiqod Ahlussunnah Wal Jama’ah
  • § Kesunnahan Ziarah kubur
Hukum berziarah kubur adalah sunnah. Terlebih lagi ke makam Rasululloh e di Madinah dan para Shahabat serta makam para ulama’ dan auliya’. Nabi e bersabda :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها. وفي رواية : فزوروا القبور فإنها يذكر الموت. رواه مسلم
Artinya : Bersabda nabi Muhammad e: (dulu) Saya melarang kamu sekalian untuk berziarah kubur, dan (sekarang) berziarahlah. Dalam satu riwayat “Maka berziarahlah ke kubur, karena ziarah itu mengingatkan kepada mati (H. R. Muslim.)

  • § Hukum berdoa dengan cara tawasul adalah boleh
Hukum bertawasul dalam pandangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah diperbolehkan. Hal ini berdasarkan firman Alloh Y QS. Al-Maidah ayat 35 :
ياأيها الذين أمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تفلحون. (المائدة: 35)
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman! berimanlah dan bertaqwalah kamu sekalian kepada Alloh dan carilah jalan yang mendekatkan kepada kepada-Nya dan berjuanglah di jalan Alloh supaya kamu sekalian menjadi beruntung”. (QS. Al Maidah: 35)
Serta dalam sebuah hadits Nabi Muhammad e :
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال في دعائه : بحق نبيك والأنبياء من قبلي. رواه الطبراني وقال حديث حسن
Artinya : ” Bahwasanya nabi Muhammad e pernah berdoa dengan berkata : Dengan haq nabi-nabi Engkau dan nabi-nabi sebelumku “. (H. R. Imam Thobroni).

  • § Kesunnahan tahlil
Dalam masyarakat kita sering dibacakan tahlil yang berisi dzikir, doa-doa, serta wirid yang semuanya adalah termasuk ibadah sunnah.
Firman Alloh I dalam Surat Al-Isro’ ayat 110:

قل ادعوا الله أو ادعوا الرحمن , أياما تدعوا فله الأسماء الحسنى
Artinya : Katakanlah ! Berdoalah dengan nama Alloh atau berdoalah dengan menyebut al-Rohman, mana saja nama Tuhan yang kamu sebut (itu pasti baik) dan Ia mempunyai nama-nama yang baik.” (QS. al Isro’: 110)
serta dalam al Qur-an Surat al-Ahzab ayat 41 :
ياأيها الذين أمنوا اذكر الله ذكرا كثيرا
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman ! berdzikirlah kamu kepada Alloh dengan sebanyak-banyaknya.” (QS. al Ahzab: 41)

Nabi Muhammad e bersabda :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : سبق المفردون، قالوا : وما المفردون يا رسول الله؟ قال : الذاكرون الله كثيرا والذاكرات . رواه مسلم
Artinya : Rosululloh e bersabda: “Terdahulu (masuk surga) orang-orang “mufarridun”. Sahabat bertanya : “Siapakah Mufarridun itu, Ya Rasulalloh?. Nabi menjawab: “Yaitu orang-orang yang banyak dzikir kepada Alloh, baik laki-laki dan wanita. ( H. R. Muslim)
Nabi e bersabda :
أفضل الذكر لا إله إلا الله . رواه الترمذي وابن ماجه
Artinya : “ Dzikir yang paling utama adalah kalimah La Ilaaha Illa Alloh”. (H. R. Tirmidzi dan Ibnu Majjah)
 
  • § Peringatan maulid Nabi adalah legal
Sebagai perwujudan rasa cinta dan mengagungkan terhadap Nabi Muhammad e serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Alloh U yang telah mengutus Nabi Muhammad e, maka umat islam memperingati hari kelahiran Nabi (maulid Nabi). Maulid Nabi pertama kali dilakukan pada abad III hijriyah. Di dalamnya dibacakan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad e, berdzikir kepada Alloh U dan bacaan sholawat serta dengan bersedekah. Hal ini adalah diperbolehkan mengingat prinsip utama dalam peringatan maulid Nabi adalah bersyukur kepada Alloh U atas hidayah dan ‘inayah-Nya yang telah mengutus Nabi Agung Muhammad e kepada seluruh umat manusia.

Nabi e bersabda :
من أحبني كان معي في الجنة. الحديث
Artinya :”Barang siapa yang mencintai aku, dia akan bersamaku di surga.”

  • § Macam-macam bid’ah
Bid’ah secara bahasa adalah : sesuatu yang dibuat-buat yang sebelumnya tidak ada. Sedangkan menurut istilah, bid’ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasululloh r.
Dalam pandangan Ahlus Sunnah Wal Jam’ah, bid’ah terbagi menjadi :
  1. Bid’ah wajibah.(البدعة الواجبة)  
Yaitu bid’ah yang dilakukan untuk mewujudkan hal-hal yang diwajibkan oleh syara’. Seperti mempelajari ilmu nahwu, shorof, balaghoh, dan lain-lain. Sebab dengan ilmu inilah, seseorang bisa memahami al Qur-an dan hadits Nabi secara sempurna.
  1.  Bid’ah Muharromah. (البدعة المحرمة)
Yaitu bid’ah yang bertentangan dengan syara’. Seperti Madzhab Jabariyyaah dan Murji’ah.
  1. Bidah Mandubah (البدعة المندوبة)
 Yakni segala sesuatu yang baik tetapi tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah e. Namun tidak bertentangan dengan syar’i. Contohnya: shalat tarawih yang dikerjakan berjamaah, mendirikan madrasah dan pesantren, manaqiban,  marhabanan, dan lain sebagainya.
  1.  Bid’ah Makruhah. (البدعة المكروهة)
Yakni bid’ah yang dianggap kurang baik menurut syar’i, tetapi tidak sampai diharamkan. Contoh: menghiasi masjid dengan berlebihan.
  1. Bid’ah Mubahah. (البدعة المباحة)
Yakni bid’ah yang di perbolehkan, seperti berjabatan tangan setelah shalat, dan memakan makanan lezat.

  • § Berzanji atau Diba’iyyah
Membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad e atau yang lebih dikenal dengan bacaan Diba’iyyah adalah termasuk Sunnah. Karena di dalamnya berisi pujian-pujian kepada Nabi Muhammad e sebagai panutan umat manusia. Juga, di dalamnya berisi tentang doa-doa.
Alloh U berfirman dalam QS . AL Aĥzab 56 :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. (الأحزاب: 56)
Artinya : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman! bersolawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam peghormatan kepadanya.  

Nabi r bersabda :
عن عبد الله بن مسعود أن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قال ثم أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة. رواه الترمذى[1]
Artinya : Diriwayatkan dari Abdulloh bin Mas’ud : bahwa Rasululloh r bersabda : "kemudian orang yang paling utama menurut saya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak mengucapkan sholawat kepadaku.” (H. R. Tirmidzi)
 وروي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من صلى علي صلاة  صلى الله عليه وسلم بها عشرا وكتب له بها عشر حسنات .رواه الترمذى
Artinya : Diriwayatkan dari Nabi r, sesungguhnya Beliau bersabda : Barang siapa yang membaca sholawat kepadaku, niscaya Alloh akan memberinya sepuluh rahmat dan menulis baginya sepuluh kebajikan. (H. R. Tirmidzi)

  • § Membaca dzikir setelah sholat.
Membaca dzikir atau mengucapkan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad r adalah perbuatan yang sunnah. Karena, di dalamnya terdapat berbagai macam faedah dan hikmah. Dzikir adalah metode dan jalan yang terbaik dalam upaya mendekatkan diri kepada Alloh I. Terutama pada waktu-waktu yang mustajabah. Dan salah satunya adalah setelah mengerjakan sholat lima waktu.
Alloh I berfirman QS. Al-Ahzab 45 :
يأيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا ثم وسبحوه بكرة وأصيلا
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman ! berdzikirlah kamu kepada Alloh dengan sebanyak-banyaknya”.

Nabi Muhammad r bersabda :
حدثنا داود بن رشيد حدثنا الوليد عن الأوزاعي عن أبي عمار اسمه شداد بن عبد الله عن أبي أسماء عن ثوبان قال ثم كان رسول الله  صلى الله عليه وسلم  إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثا وقال اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت ذا الجلال والإكرام قال الوليد فقلت للأوزاعي كيف الاستغفار قال تقول أستغفر الله أستغفر الله[2]
Artinya : “Daud bin Rosyid bercerita kepadaku, Walid bercerita kepadaku dari Awza’i dari Abi Ammar yang bernama Syaddad bin Abdillah dari Abi Asma’ dari Tsauban, dia berkata : Bahwasanya Rosululloh setelah menerjkan sholat, Beliau membca istighfar tiga kali. Dan Beliau berdoa : “Ya Alloh, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan hanya dariMu keselamatan. Semoga Engkau selalu diberkahi wahai Dzat yang mulya dan dimulyakan.” Walid berkata, kemudian saya berkata dari Auza’i : “Bagaimanakan istighfar itu?.” Dia berkata : Adalah dengan engkau mengucapkan kalimat : Astaghfirulloh al-Adzim, Astaghfirulloh al-Adzim”.

  • § Hukum Do’a Qunut
Membaca qunut hukumnya adalah termasuk kesunnahan dalam ibadah sholat. Terutama saat sholat shubuh. Hal ini, karena Nabi Muhammad r selalu mengerjakan qunut ketika shalat subuh sampai Beliau wafat. Dalam sebuah hadits diterangkan :
وعن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قنت شهرا  بعد الركوع  يدعو على أحياء من العرب ثم تركه. متفق عليه      ولأحمد والدارقطني نحوه من وجه اخر وزاد وأما في الصبح فلم يزل يقنت حتى فارق الدنيا[3]
Artinya : Diceritakan dari Anas t. Sesungguhnya Nabi Muhammad r melakukan qunut setelah ruku’ selama satu bulan serta Nabi mendoakan orang-orang yang masih hidup dari kaum Arab. Kemudian Nabi meninggalkan qunut (tidak mengerjakannya lagi). (H. R. Bukhori Muslim). Dan dari riwayatnya Imam Ahmad dan Al-Daaruquthni hadits yang sama. Dan dalam versi yang lain, beliau menambahkan : Adapun dalam sholat shubuh, Nabi terus menerus mengerjakan qunut sampai Beliau meninggal dunia.
111
þ  Mendoakan mayyit serta sodaqoh yang pahalanya ditujukan kepada mayyit.
Salah satu ajaran Nabi Muhammad adalah mendoakan kepada mayyit dengan cara memohonkan ampun dan rohmat kepada Alloh agar supaya si mayit diberi maghfiroh dan rahmat oleh Alloh SWT. Begitu juga dengan sodaqoh yang pahalanya ditujukan kepada orang yang sudah wafat.
Alloh berfirman QS. Al-Hasyr 10:
والذين  جاؤوا  من بعدهم يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم
Artinya : “Dan orang-orang yang dating sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa : Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami, dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan Kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun Lagi Maha Penyayang”

Dalam sebuah hadits diterangkan :
عن عائشة أن رجلا أتى النبي  صلى الله عليه وسلم فقال ثم يا رسول الله إن أمي افتلتت نفسها ولم توص وأظنها لو تكلمت تصدقت أفلها أجر إن تصدقت عنها قال نعم (صحيح المسلم  الجزء 2 ص  696 )
Artinya : Diceritakan oleh ‘Aisyah, sesungguhnya seorang laki-laki dating kepada Nabi SAW. Kemudian dia berkata : wahai Rosululloh, ibu saya mendadak meninggal dunia, dan dia tidak berwasiat. Saya menyangka andaikata dia berucap maka dia akan bersodaqoh. Apakah dia akan mendapatkan pahala jika saya bersodaqoh atas namanya? Rosululloh bersabda : Ya. [4]

þ  Pujian-pujian setelah adzan.
Adalah hal yang sunnah membaca pujian-pujian dan doa-doa yang dilaksanakan setelah adzan. Terutama pujian-pujian yang berupa sholawat. Meskipun hal tersebut adalah tergolong bid’ah, akan tetapi termasuk dalam golongan bid’ah hasanah. Dalam sebuah kitab diterangkan :
إن الصلاة على النبى صلى الله عليه وسلم عقب الاذان سنة بلا خلاف عند جميع المسلمين لقوله صلى الله عليه وسلم إذا سمعتم   النداء  فقولوا مثل ما يقول المؤذن  روه المسلم وتصح باى صيغة كانت وينبغى السلام مع الصلاة لقوله تعالى صلوا عليه وسلموا تسليما  ويعتبر ذلك على ما قاله بعض الحفاظ من المحدثين الآتى بيانهم هو فى حد ذاته  بدعة حسنة وقد حدثت سنة (781 )كما قاله ابن العابدين
Artinya : Sesungguhnya sholawat kepada Nabi SAW setelah adzan hukumnya adalah sunnah tanpa ada perten-tangan anatara ulama’ menurut semua umat islam. Hal ini berdasarkan sabda nabi : bila kamu sekalian mendengar suara adzan maka ucapkanlah sebagai-mana apa yang diucapkan muadzin. (H. R. Muslim). Dan sholawat ini boleh dengan berbagai macam bentuk (shighot) yang ada. Dan hendaknya mengucapkan salam besertaan mengucapkan sholawat kepada Nabi karena Firman Alloh : Ucapkanlah Sholawat kepada Nabi dan ucapkan salam kepadanya. Keterangan ini berpedoman kepada ungkapan sebagian huffadz dari para ahli hadits dalam uraian akan datang, bahwa doa-doa ini pada dasarnya adalah tergolong bid’ah hasanah. Dan kemudian menjadi sebuah kesunnahan, sebagaimana pendapat Ibnu ‘Abidin.[5]

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...